GADIS CANTIK MENJADI IMAM MASJID, MASYA ALLAH
Sebagai
gadis muda bersinar pesonanya, Yonghua
Zheng justru melilih jalan unik sebagai imam mesjid.
Dimanakah
anda shalat saat berkunjung ketiongkok ? apabila takdir mengantarkan anda ke propinsi Henan, tepatnya di kota
Qinyang, sempatkanlah sempatkanlah menjadi makmum dari seorang imam shalat
perempuan. Ini memang masih tergolong kejadian langka di Indonesia. Imam masjid
dijalankan oleh seorang perempuan memang masih dianggap aneh. Namun Yonghua
Zheng bukan saja menjalankan tradisi yang sudah berabad-abad berlangsung, tapi
juga mengemban amanah yang berat sebagai pembimbing umat dinegara
komunis.
Jangan
kaget melihat seorang gadis jelita berkulit putih dan mata sipit menjadi imam
shalat berjamaah. Dia berdiri anggun di barisan paling depan, dibelakangnya
jemaah dengan khusyuk mengikutinya.
Kesibukan Zheng makin padat di bulan Ramadhan, ibadah makin meningkat di
Mesjid Tuanjielu.
Tapi,
Yonghua Zheng bukan sosok yang asing lagi bagi komunitas muslimdi kota Qinyang.
Masyarakat sangat menghormati dan juga menyayanginya. Gadis cantik itu makin
dimuliakan setelah mengemban posisi imam masjid. Ya, tak salah lagi ! gadis itu adalah imam mesjid yang memimpin
langsung shalat berjamaah. Jika di Indonesia kita hanya mengenal imam mesjidnya
selalu laki-laki, di wilayah itu imam masjid malah perempuan.
Yonghua
Zheng berasal dari keluarga yang
bersahaja. Kesederhanaan telah menjadi bagian pendidikan yang diajarkan
orangtuanya. Ayah maupun ibunya tergolong muslim yang taat, dan tetap
istikharah dengan amalan islam sekalipun hidup di Negara yang pemerintahannya
komunitas. Ayah, ibu maupun sanak keluarga mendukung keputusan Zheng menjadi
imam mesjid. Sebagai bekal menjalankan amanah, orang tuanya mengajarkan
keceriaan dalam segala suasana.
Bukan !
tampilannya Zheng bukan dikarenakan tidak adalagi laki-laki yangb sanggup
menjadi imam shalat, bukan pula disebabkan terjadi penyimpangan dalam amalan
agama. Melainkan, mesjid Tuanjielu memang dikhususkan bagi jemaah perempuan, tidak aka ditemukan
laki-lakiikut shalat disana. Di mesjid Tuanjielu, semuanya diurus, dikerjakan
dan dikelola serta dinimati oleh jemaah perempuan. Imam perempuan hanya untuk
jemaah perempuan saja.
Uniknya,
imam perempuan di mesjid khusu perempuan ini merupakan warisan tradisi muslim
China yang telah berabad-abad. Dinasti
Qing sejak abad ke – 18 yang diyakini
mengagas tradisi yang amat manfaat bagi muslimah China sampai dewasa ini.
Yonghua
Zheng adalah generasi baru dalam tradisi imam perempuan. Sekalipun ia menjadi
imam shalat. Meminpin doa bahkan mengajar, tetap saja ada pengecualian. Yonghua
Zheng dan kaum muslimah dilarang mnegikuti upacara pemakaman. Zheng boleh saja
menjadi imam semua jenis shalat dimesjid perempuan. Tetapi tidak sebagai imam
semua jenis shalat jenajah yang tampaknya masih menjadi jatah laki-laki.
Kini
diperkirakan jumlah penganut islam di Tiongkok mencapai 20 juta jiwa. Memang
angka yang kecil dibandingkan miliaran penduduk Tiongkok. Muslim tersebar di
daerah Xinjiang , Ningxia, Gansu, Qinghai,
dan Henan. Pemerintah tiongkok
belum bisa diacungi dua jempol atas sikap mereka terhadap muslim. Dinegara
komunis yang tentara demikian berkuasa, kaum muslimin nyaris tak berkutik.
Bahkan di Xingjiang, banyak muslimin yang terbunuh jiwanya, dirampas buminya
dan berangus peradabannya.
Tersedianya
mesjid perempuan tentunya memberikan
ruang lebih aman. Tidak semua perempuan tentunya memberikan ruang lebih aman.
Itdak semua perempuan muslimah yang merasa nyaman bercamppur dengan laki-laki
dalam satu masjid. Berbagai fitnah pun dapat , muncul yang dapat mengurangi
semangat beragama. Dengan tresedianya tersedianya mesjid khusus perempuan, akan
lebih banyak lagi yang berjamaah.
Dan tak
kalah menakjubkan, mesjid khusus
perempuan membuat kiprah muslimah menjadi lebih leluasa. Menjadi perempuan
bukan hanya membutuhkan imam perempuan, tetapi juga seorang perempuan yang
menjadireferensi keagamaan. Makanya keberadaan Yonghua Zheng bak oasis ditengah
padang pasir. Dia bukan hanya imam sholat, tetapi juga imam dalah menata
kehidupan yang islami bagi jemaah perempuan. Yonghua Zheng harus mampu menjawab
berbagai persoalan umat yang tentunya membutuhkan jawaban yang berdalil kuat.
Dari seorang imam Shalat, Yinghua Zheng bertransformasi
sebagai model kepribadian yang islami
yang berwawasan luas serta kemampuan
leadership yang bagus.
Sekiranya
tidak ada mesjid khusus perempuan belum
tentu muncul tokoh muda muslimah semacam Yonghua Zheng. Dan tuntutan yang demikian berat,
Yonghua Zheng makin rajin belajar ilmu-ilmu agama. Degan kepribadian yang
riang, Yonghua Zheng tampil percaya diri
menjadi pemimpin saat salat dan didalam kehidupan sehari-hari. Apalagi banyak jemaahnya
yang merupakan ibu-ibu yang usianya jauh lebih tua. Zheng harus pandai-pandai
dalam mengelola mereka.
Yonghua
Zheng memiliki sikap keterbukaan yang bagus. Dia bahkan tak sungkan mengekspos
ayah-ibunya yang tampil dengan busana rumahan saja. Sikap terbuka yang membuat
jemaah kian dekat dan akrab. Layaknya seorang gadis, Zheng juga menjaga penampilan.
Ia tak mau tampil kotor, kusam atau
memualkan. Dia menyiapkan pakain terbaik sebelum memimpin Shalat berjamaah.
Zheng benar-benar menampilkan islam yang cinta kebersihan. Bukan hanya dirinya,
ia beserta jamaah menjaga mesjid dengan kebersihan dan tampil menarik. Sehingga
jamaah mesjid betah lama-lama di sana.
Serunya
dengan tersedianya mesjid perempuan ini, segenap msulimah kan terpacu
meningkatkan kualitas dirinya dalam menejeman
pengelolaan masjid secara professional. Ini tentunya sangat baik dalam
membentuk kepribadian unggulan muslimah
sejati. Di pundak Zheng, kini terpikul
amanah mempertahankan panji-panji islam di negeri Tirai Bambu.
Sumber :
majalah paras
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………..
Menjual Busana Muslim
Berkualitas, Kerudung dan Gamis

Tidak ada komentar:
Posting Komentar